Total Tayangan Halaman
Entri Populer
-
CHAPTER I THE MEANING OF SEMANTIC A.THE MEANING OF LANGUAGE Language is a subtle and complex instrument used to communicate an incredib...
-
Teaching the Second – Language Testing Course through Test Development by Teacher –in – Training Introduction In an M.A. TESOL (Teachin...
-
a.anatomi Dental anatomy is a field of anatomy dedicated to the study of tooth structure. The development, appearance, and classification ...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.Latar Belakang Psikologi perkembangan merupakan cabang dari psikologi individu, baik sebelum maupun setelah kelahir...
-
Caplan, David and Waters, Gloria (1998) Verbal Working Memory and Sentence Comprehension #This is the unedited penultimate draft of ...
-
HARGA MAHAL PANGGILAN IBADAH ( keluaran 4:23 ) 2 tujuan pembebasan umat israel adalah : 1.Membebaskan israel dari per...
-
Chapter 4 Perception of Language Introduction This analysis of language comprehension into four levels of proc...
mewah
Kamis, 21 April 2011
Selasa, 25 Januari 2011
Jumat, 14 Januari 2011
judul khotbah
HARGA MAHAL PANGGILAN IBADAH
2 tujuan pembebasan umat israel adalah :
1.Membebaskan israel dari perbudakan orang mesir
ada 2 tokoh pembebas dalam alkitab seperti ;
* Musa yang berasal bangsa israel yang pada zaman nya semua anak laki-laki 2 tahun kebawah dibunuh oleh raja firaun karena dia takut bahwa akan ada pemimpin yang akan muncul yang akan lebih hebat darinya.
* Yesus yang masih keturunan daud.Dia turun kedunianya untuk membebaskan umat manusia dari dosa.
Kedua tokoh ini sangat istimewa karena di zaman mereka anak - anak seusia mereka dibunuh.
2.Untuk beribadah kepada allah
Mengapa umat israel harus beribadah kepada allah ?
a.ibadah adalah panggilan allah ( keluaran 7:16 )
yang dapat diartikan sebagai
datang artinya menghargai tuhan dan pengorbanannya yang telah menebus dosa kita
setia artinya menyenangkan hati tuhan ,karena dengan ibadah itu diwajibkan bagi yang percaya kepadanya.
b.ibadah adalah perintah tuhan
ibadah adalh perindah dari tuhan jadi jika orang yang percaya kepada-NYA tidak ibadah artinya melanggar perintah-NYA yang akan membuat umat manusia jatuh kedalam dosa dan jika tidak taat akan ibadah itu juga akan membuat kita jatuh kedalam dosa.
c.ibadah adalah kebutuhan
kita sebagai umat manusia akan menganggap ibadah adalah kebutuhan kita karena itu akan membuat kita akan lebih kuat jika ada badai akan datang menerpa hidup kita.
jadi,semakin tinggi iman kita kepada yesus akan semakin kencang masalah yang akan kita hadapi ibarat seperti pohon semakin tinggi maka semakin kencang angin yang akan datang menerpa pohon itu.begitu juga dengan manusia itu akan membuat kita seberapa setianya kita kepada yesus.
Minggu, 09 Januari 2011
Rabu, 29 Desember 2010
makalah
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa merupakan media komunikasi yang paling efektif yang dipergunakan oleh manusia untuk berinteraksi dengan individu lainnya. Bahasa yang digunakan dalam berinteraksi pada keseharian kita sangat bervariasi bentuknya, baik dilihat dari fungsi maupun bentuknya. Tataran penggunaan bahasa yang dipergunakan oleh masyarakat dalam berinteraksi tentunya tidak lepas dari penggunaan kata atau kalimat yang bermuara pada makna, yang merupakan ruang lingkup dari semantik.
Para peneliti semantik mencatat bahwa leksem dalam suatu leksikon tidak berdiri sendiri akan tetapi, laksem tersebut ada dalam relasi dengan laksem-laksem lain. Leksikon dianggap sebagai suatu sistem yang terjadi dari banayak subsistem. Dalam setiap subsistem tersebut, laksem dihubungkan satu sama lain dengan relasi makna. Salah satu yang kurang disadari oleh banyak orang adalah bahwa relasi makana itu merupakan refleksi konsep yang disimpan oleh penutur bahasa dalam sistem sarafnya. Penyadaran akan peran relasi makna merupakan upaya memperkaya konsep (Kridalaksana, 1988).
Selanjutnya, Kridalaksana (1998) mengemukakan bahwa relasi-relasi makna dalam suatu bahasa ada yang bersifat sintagmatis dan ada yang bersifat paaradigmatis. Relasi makana yang bersifat sintagmaatis adalah kolokasi, biasanya berhubungan dengan penggunaan beberapa akata di dalam lingkungan yang sama. Misalnya, kalau orang mengatakan garam, gula, sayur, tomat, merica, adalah kata-kata yang berhubungan dengan lingkungan dapur. Sedangkan relasi makna yang bersifat paradignatis adalah sinonimi, antonimi. Lyons (1995) mengemukakan bahwa hubungan paradigmatis merupakan hubungan yang ada atau tidak ada di antara unsur yang terdapat dalam konteks yang sama dalam tipe kalimat yang sama.
Chaer (1997: 23) mengemukakan bahwa relasi makna atau hubungan makna adalah hubungan kemaknaan antara sebuah kata atau satuan bahasa (frase, klausa, kalimat) dengan kata atau satuan bahasa lainnya termasuk bahasa Indonesia. Hubungan ini dapat berupa kesmaan makna (sinonimi) kebalikan makna (antonimi), kegandaan makna (polisemi), kelainan makna (homonimi), ketercakupan makna (hiponimi), dan ambiguitas.
Adanya fenomena tersebut, maka perlu dilakukan suatu pengkajian mengenai relasi-relasi makna agar dapat diperoleh dan diketahui berbagai hubungan (relasi) makna dengan kata lainnya. Dengan pemahaman terhadap berbagai relasi-relasi makna, maka dalam menyampaikan suatu informasi kepada lawan tutur dapat menggunakan dengan tepat serta sesuai dengan keadaan. Berdasarkan hal tersebut, penulis merasa tertarik ingin meneliti tentang “Relasi-relasi makna dalam bahasa Indonesia”.
Ada beberapa relasi makna menurut Hurford dan Heasly (dalam Ba’dulu, 2001: 20) yakni mencakup: (1) sinonimi; (2) parafrase; (3) hiponimi; (4) entailment; (5) antonimi; (6) ambiguitas; (7) homonimi; dan (8) polisemi. Pada penelitian ini fokus permasalahan hanya pada persoalan antonimi.
Selasa, 07 Desember 2010
Langganan:
Postingan (Atom)


